Kita semua sudah tentu pasti pernah mengalami dalam zona hutang dan ingin melunasi secara cepat dan mudah akan selalu menjadi prioritas. Hutang sudah tentu pasti semua orang pernah melakukannya bahkan hampir semua aktifitas keseharian selalu ada paket kredit untuk memuluskannya. Dapat dikatakan bahwa paket hutang yang disediakan oleh pihak ketiga termasuk rentenir sekalipun saat anda ingin benda keperluan tertentu seperti sepeda motor, mobil, bahkan rumah sekalipun hutang terkadang menjadi pilihan. Tetapi perlu di ingat jika semakin banyak berhutang maka potensi kekayaan akan cenderung menurun bahkan tidak ada sama sekali.
Saat melakukan aktifitas ekonomi sekarang ini anda sebagai pemilik perusahaan memang ada masanya uang tunai yang tersedia di perusahaan tidak selalu mencukupi, tapi saat ingin melakukan ekspansi perlu bantuan dari pihak luar yaitu hutang. Memang tidak selalu hutang berdampak buruk bagi kelangsungan hidup usaha, asalkan produktif dan memang membantu untuk meningkatkan produktifitas tentu menjadi jalan keluar bagi sebagian orang. Hutang produktif ini bisa saja berdampak pada peningkatan produksi hingga efektifitas waktu bagi karyawan menjadi meningkat dan tujuan perusahaan untuk meningkatkan penjualan bisa saja diraih sesuai dengan rencana.
Khusus untuk anda yang ingin melunasi hutang produktif bukan konsumtif di masa sekarang ini pastinya hitungannya telah anda kalkulasinya dalam bentuk skema terbaik. Melancarkan pembayaran agar hutang ini cepat lunas dan mudah tentu pasti, ada beberapa cara yang telah kami himpun di blog segeratravelingguys.blogspot.com ini supaya tidak menumpuk masih dapat anda kontrol sebagaimana mestinya:
1. Buat Rincian Daftar Hutang Secepatnya.
Biasanya di dalam perusahaan ada beberapa hutang yang masih outstanding dan punya jangka waktu masing-masing. Memudahkan anda sebagai pemilik untuk melihat dan memonitor semua aktifitas hutang dan masukan ke dalam daftar rincian yang cukup lengkap ini sehingga ada prioritas untuk masing-masing, tidak terjadi kesalahan saat melakukan pembayaran. Bagian akuntansi di dalam perusahaan pasti selalu membuat daftar hutang outstanding untuk kebutuhan manajemen sehingga posisi perusahaan terhadap semua hutang yang ada berdampak pada kemampuan untuk bertahan di tahun berjalan.
Daftar ini tentu memuat informasi, berapa jumlah pokok dan bunga, tanggal pembayaran, pihak yang bekerjasama, hingga jangka waktu. Seluruh rincian yang masuk dalam daftar ini menjadi "perimbon" bagi pemilik perusahaan sehingga monitor kelangsungan hidup perusahaan dapat terdeteksi dini. Memonitor semua jenis hutang yang dimiliki ini sudah pasti punya kegunaan untuk ekspansi hingga produktifitas. Hutang masuk harus digunakan semaksimal mungkin untuk roda bisnis bukan konsumtif. Perusahaan yang mampu menggunakan hutang untuk produktifitas akan berdampak baik di masa yang akan datang.
2. Punya Prioritas Pembayaran Hutang Setiap Waktu.
Melunasi hutang dengan cepat lainnya adalah punya prioritas untuk masing-masing kewajiban di waktu berjalan. Biasanya, untuk meringankan rasa memberatkan adalah cari jumlah angsuran paling kecil dan dekat waktu selesai kontrak segera langsung lakukan pembayaran. Awali outstandung yang kecil tentu akan memudahkan pembayaran untuk jumpah yang besar. Beres yang kecil semuanya maka hutang berikutnya bisa dapat cari alternatif sumber pemasukan untuk periode sekarang.
Hal ini juga saya rasakan sendiri untuk kredit mikro UKM, beberapa hutang yang masih outstanding waktunya bersamaan di bulan tertentu tapi periodenya berbeda segera perhatikan jumlah cicilan paling kecil segera langsung dibayarkan. Rasanya lepas dari was-was sehingga solusi untuk hutang berikutnya dapat cari solusi untuk pemasukan. Hal kecil segera lunas tentu telah meringankan pikiran, untuk jumlah besar akan terselesaikan saat jumlah kecil telah selesai tepat waktu.
3. Jauhkan Diri Dari Konsep "Gali Lobang Tutup Lobang".
Mungkin ada diantara rekan semua merasakan momen dimana persetujuan kredit kembali, seperti ada uang lebih yang ingin anda tutupi hutang yang masih outstanding. Fenomena ini jangan anda lakukan, dimana pola gali lobang tutup lobang tidak akan menyelesaikan permasalahan tetapi memunculkan kesulitan baru. Saat anda sudah sulit sekali melakukan pembayaran hutang awal, bulan berikutnya akan bertambah lagi jumlahnya. Hutang baru sudah mulai ditagihkan dan hutang lama juga seperti itu, begitu seterusnya.
Contoh seperti ini juga terjadi pada rekan yang mempunyai banyak kartu kredit, satu bank sudah mempercayakan maka bank yang lain akan berlomba untuk memberikan fasilitas seperti ini. Perilaku bijak untuk menggunakan fasilitas hutang apakah kartu atau jenis kredit lainnya baik secara kecil atau besar polanya tetap sama yaitu hutang. Jangan beranggapan bahwa kredit ini seperti uang tunai tambahan yang anda miliki tetapi hutang yang harus segera dilunasi saat sudah dinikmati.
4. Lihat Aset Apa Yang Telah Dimiliki Untuk Back Up Jaminan Hutang Kelak.
Seseorang yang bijaksana untuk menggunakan hutang di dalam kegiatan perekonomian pastinya harus banyak pertimbangan, seperti aset yang dimiliki mampu menanggung beban hutang dengan rasio 30 persen. Apabila melebihi maka akan memberikan efek was-was bahkan ngepas sekali untuk proses recovery aras cash flow di dalam perusahaan atau mungkin secara personal. Persentase ini sebagai batas maksimal yang harus anda perhatikan agar cash flow tidak berantakan.
Jika anda telah menggunakan hutang di tahun berjalan dan merasa kemampuan untuk membayar sudah mulai terasa kesulitan maka aset ini lah yang akan menanggung semua beban yang anda miliki. Terpaksa dijual untuk melunasi sehingga kesulitan yang terlilit secara terus menerus harus segera diselesaikan. Lebih baik anda lepas aset yang dimiliki daripada menanggung pokok dan bunga yang besar setiap bulannya. Jika semua hutang telah lunas dan ada kemampuan untuk membeli aset kembali saat telah produktif maka anda dapat disebut sebagai orang yang punya prestasi.
5. Harus Penelaahan Tinggi Untuk Mengunakan Hutang Kembali.
Setelah anda menggunakan hutang di zaman sebelumnya dan telah lunas tentu pengalaman yang telah terjadi telah menjadikan pelajaran berharga yang tidak anda dapatkan dari buku text book. Hidup anda merasa tidak tenang karena masalah hutang, apalagi anda seorang pegawai kantoran selalu merasa rekening tabungan yang dimiliki transit saja. Gaji masuk rekening kewajiban hutang harus segera dilunasi dan rekening segera berkurang cenderung habis.
Apabila suatu masa anda mendapatkan tawaran kembali lagi maka perhitungkan secara matang apakah harus menggunakan hutang atau tidak sama sekali. Apalagi kebutuhan konsumtif yang tidak selalu perlu, gaya hidup memaksa anda harus membelinya. Jadi, menanyakan ke diri sendiri sangat penting untuk ditelisik. Apabila kebutuhan memang sesuai dengan keadaan dan membantu produksi sebuah usaha maka pertimbangan bijak dapat anda ukur.
6. Kebiasaan Disiplin Untuk Membayarkan Kewajiban Hutang.
Seseorang yang telah masuk ke dalam jurang hutang sudah tentu pasti ada komitmen untuk membayar. Walaupun jumlahnya kecil atau besar konsepnya sama, anda harus segera melunasi sampai lunas agar nama anda tetap baik di institusi keuangan seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dengan komitmen dan disiplin ini tentu mempunyai pengaruh baik apalagi di suatu masa nantinya anda mungkin akan membutuhkan fasilitas ini maka nama anda tercetak di dalam sistem baik maka pertimbangan untuk mendapatkan yang baru lebih punyai poin untuk didapatkan.
Disiplin ini cukup penting, tepat waktu tidak terlambat dan tidak pernah kena denda. Ini lah poin penting disebuah institusi keuangan apakah itu perbankan ataupun perusahaan leasing. Komitmen merupakan keinginan anda untuk melunasi kewajiban hutang yang sudah anda tanda tangan di perjanjian, jika anda melanggar berarti anda sudah memberikan sinyal gagal untuk melanasi semua hutang yang mereka berikan.
7. Hindari Kebiasaan Sosialita Jika Masa Pembayaran Hutang.
Sangat penting untuk diketahui bahwa di kota besar seperti DKI Jakarta begitu banyaknya tempat nongkrong, cafe, hingga tempat makan untuk mengisi waktu senggang. Bagi anda yang pernah merasakan momen ini pastinya ingin datang lagi dan lagi. Apalagi punyai fasilitas kartu memberikan potongan harga tinggi sudah tentu pasti akan ada keinginan tinggi.
Apabila anda masih punya kewajiban untuk melakukan pembayaran hutang maka kebiasaan seperti ini sudah mulai dikurangi bahkan dihilangkan di beberapa masa tertentu. Untuk memudahkan pengaturan uang yang anda miliki sudah tentu pasti harus dilakukan. Dengan sadar diri untuk mengenali diri dalam zona yang masih berhutang maka kebiasaan ini sudah tentu akan terkurangi dengan sendirinya.
Sosialita di kota besar tidak bisa terepaskan dari kehidupan sehari-hari. Ada tekat kuat maka kebiasaan yang menghabiskan uang ditabungan ini harus segera dihentikan. Masih ada kebutuhan yang lebih mendesak lagi di waktu dekat seperti biaya keluarga hingga membentuk masa depan yang lebih baik lagi.
8. Khusus Perokok: Harus Mulai Hentikan Kebiasaan Ini.
Anda yang perokok masih dalam cengkraman hutang, aktifitas ini harus segera dikurangi atau dihentikan sama sekali. Seorang perokok tentu akan membelanjakan uang yang cukup besar dan akan mempengaruhi cash flow pembayaran hutang setiap bulannya. Kewajiban hutang ini harus prioritas dan sudah setuju saat akad sebelum hutang dicairkan.
Rokok yang akan menjadi belanja anda setiap hari sudah mulai dikurangi bahkan harus dihentikan. Dengan berhentinya anda merokok maka uang yang terkumpul dapat membantu pembayaran hutang nanti. Sebagai ilustrasi saja jika anda merokok satu bungkus dengan harga Rp 20.000 maka sebulan telah mencapai Rp 600.000. Tentu jumlah yang cukup besar jika anda manfaatkan ke hal yang produktif lagi untuk skala rumah tangga.
Pelajaran Penting Saat Hutang.
Awalnya hutang disetujui anda merasa ada uang tunai berlebih di rekening, hidup terasa lebih luas dengan kemampuan untuk mendapatkan semua keinginan dapat dilakukan saat itu. Tetapi perlu diingat bahwa uang tunai yang anda dapatkan secara tunai dari institusi keuangan atau leasing ini tentu bukan gratis, saat penyerahan uang tersebut kewajiban anda sudah mulai dihitung dan bulan berikutnya telah masuk dalam periode kerjasama di akad perjanjian yaitu cicilan berikut dengan bunganya.
Jadi, hutang ini merupakan jebakan "betmen" atau maut bagi orang yang tidak dapat menyikapi dengan bijaksana. Awal mengajukan kredit ini adalah untuk kebutuhan tertentu seperti membeli aset investasi untuk menggerakan ekonomi perusahaan. Jika anda memilih konsumtif maka mulai terjadi jebakan dalam sistem keuangan anda di tahun berjalan. Hutang ini tentu punyai periode dimulai dari satu tahun hingga puluhan tahun. Apabila hutang yang didapatkan ini memang tepat peruntukannya maka semua aspek pembayaran dapat anda penuhi karena skema perhitungan masuk dan keluar uang sudah anda lakukan.
Ambil hutang harus ada back up aset sebagai penangkal saat wanprestasi. Hindari pinjol saat sekarang dengan mudah mendapatkan pinjaman tentu tidak ada jaminan tetapi bunga yang sangat tinggi sekali. Biaya yang anda keluarkan pastinya sangat tinggi sekali jika dibandingkan dengan institusi keuangan seperti perbankan. Jadi hutang untuk sebagian rekan sangat menakutkan karena tidak ada back up aset, saat ditagih tidak ada pelunasannya.
Sharing pengalaman yang saya rasakan saat mendapatkan hutang seperti cerita diatas, karena sudah merasakan keterpurukan yang sangat tinggi maka untuk mendapatkan fasilitas ini dikemudian hari rasanya harus banyak perhitungan dan aspek kemampuan hingga urgensinya. Semoga rekan semua yang masih dalam posisi hutang segera lunas, dan pastikan semua hal yang tidak prioritas dalam hidup dan sosialita segera hindari untuk uang yang didapat memang tepat peruntukannya. Semoga bermanfaat.
Update: 17/9/2023
Baca juga:
1. Cara Melunasi Hutang Menumpuk Praktis Dan Segera Lakukan Khusus Pemula
2. Cara Melunasi Hutang Riba Cepat Pastinya Halal Sesuai Syariat Islam

Komentar
Posting Komentar
Yuk, sharing komentar