Ada sebagian rekan yang selalu melakukan solo traveling ke berbagai daerah atau negara menjadi perbincangan para pemula. Rasa manfaat solo traveling menjadi candu bagi rekan yang sudah memilih pola perjalanan seperti membuat dunia ini serasa milik sendiri. Apa-apa sendiri laksana menyepi sendiri tanpa ada yang mengetahui sedang dimana untuk menyelesaikan misi tertentu di zona liburan yang begitu membahagiakannya. Solo traveling adalah perjalanan liburan dilakukan sendiri oleh pria atau wanita ke berbagai daerah atau negara di waktu tertentu dengan pola perjalanan tertentu untuk menyelesaikan misi tertentu.
Rata-rata solo traveling banyak terkonsep sebagai backpacker karena kepraktisan yang dirasakan sangat dominan apalagi budget yang dipersiapkan harus sesuai dengan lama waktu diperjalanan. Berbagai negara terdapat anak muda memilih solo traveling ini sangat disenangi sekali apalagi di umur 20-30 tahun adalah masa-masa yang menggebu-gebu untuk melihat dunia dari dekat.
Sebagai topik tulisan yang ingin saya kupas ini tentu berguna sekali buat saya sendiri dan rekan lainnya mengenai solo traveling. Ada beberapa manfaat solo traveling yang akan dirasakan saat setelah kembali ke tanah air memberikan efek spektakuler yang tak pernah terpikirkan oleh rekan pemula:
1. Siapakah Saya Ini.
Proses pencarian jati diri saat solo traveling banyak dialami oleh para traveler pemula. Memasuki daerah atau negara baru banyak sekali yang diharuskan untuk bebenah hingga menyelesaikan itinerary perjalanan. Apa tema perjalanan yang disenangi tentu akan berhubungan dengan kesukaan, karakter, hingga aktifitas ekstrim yang mungkin akan melengkapi.
Menyendiri sendiri di suatu daerah tanpa ada yang mengetahui ini tentu banyak bertanya renungan apa sebenarnya yang diinginkan. Perjalanan di umur 20 tahun ini menjadi awal untuk menentukan hidup di masa yang akan datang. Beragam bentuk aktifitas merupakan cerminan diri sendiri, misalnya anda pecinta kuliner tentu berdampak pada panca indra yang selalu terasah untuk menyikapi hidup lebih berwarna. Hingga karakter keras yang tak kunjung reda harus ditaklukan dengan traveling ekstrim alam. Begitu seterusnya.
2. Kebebasan Terbatas Lepas.
Saat muda masih belum ada tanggung jawab yang besar seperti keluarga menjadi momen yang berharga harus menjelajah sendirian. Merasa bebas di waktu terbatas dan lepas ini semua tema traveling akan lebih fokus 100%. Suasana tidak berlangsung lama, jika anda sudah berkeluarga nanti semua kebebasan akan terganggu dengan berbagai kepentingan keluarga apalagi telah memiliki anak.
Bebas yang harus diisi berbagai aktifitas terbaik di saat traveling memberikan kesempatan bagi anda untuk mengenal lebih dekat kehidupan nyata penduduk lokal bagaimana mereka bertahan hidup dengan aktifitas keseharian mereka. Melihat semua pengalaman ini akan berpengaruh pada pola pikir yang lebih bijak saat sudah memulai hidup baru dengan pasangan tercinta nanti.
3. Membentuk Dunia Networking Baru.
Solo traveling tidak selalu sendiri, bahkan untuk sampai di daerah tertentu akan bertemu rekan sama pola pikir memberikan energi positif untuk melanjutkan perjalanan. Hal ini memberikan kesenangan tersendiri, teman baru suasana baru terbentuk networking awal perubahan dalam hidup.
Networking sangat perlu sekali dilakukan oleh seorang traveler, karena memberikan efek positif terhadap cakrawala berfikir yang didapatkan dari networking tersebut. Hal positif yang selalu dipupuk sejak bertemu dan berlanjut ke dunia nyata akan berdampak pada perubahan bahkan bertemu tambatan hati selamanya juga bisa saja terjadi.
4. Uji Nyali dan Kepercayaan Diri.
Menentukan pilihan sebagai solo traveler akan menjadikan sebuah keputusan yang besar dalam hidup anda. Pola perjalanan ini tentu tidak lah mudah bahkan butuh penenangan diri beberapa waktu. Aspek hidup di daerah baru tentu tidak mudah apalagi beda budaya dan karakter butuh adaptasi cukup.
Dengan kesendirian yang akan terjadi beberapa waktu membuat anda harus berfikir keras supaya dapat hidup dengan budget terbatas. Mempertimbangkan dunia solo traveling muncul dari diri sendiri, menguji nyali dan kemampuan untuk menaklukan berbagai rintangan yang ada nanti tentu sangat diapresiasi sekali. Keputusan sendiri yang telah bulat akan memberikan efek kepada kepercayan diri dengan kemampuan untuk memasuki fase baru yang belum pernah terjadi dalam hidup.
5. Sudah Memasuki Proses Awal Hidup Mandiri.
Melepaskan diri dari bantuan orang tua sebagian dari solo traveler sangat banyak keinginannya tetapi momennya belum tepat. Melakukan perjalanan beberapa hari hingga minggu ini akan memasuki fase belajar untuk hidup mandiri. Itinerary merupakan petunjuk aktifitas yang dilakukan saat traveling harus tepat waktu dengan budget yang sangat efisien. Tidak mudah memang untuk sebagian rekan yang selalu tergantung pada orang tua, selalu dibantu dari berbagai sisi untuk menyelesaikan suatu masalah.
Solo traveling mampu memberikan edukasi penting untuk hidup mandiri setidaknya dalam waktu yang terbatas dan singkat membuat makna hidup dapat dirasakan saat muda ini. Pengalaman sangat bermanfaat sekali saat rekan semua telah memasuki fase rumah tangga. Mengelola keluarga kecil ini ke arah yang lebih baik tidak sembrono harus tujuan akhir.
6. Pola Mental Menjadi Sehat Tertempa Kesulitan Solo Travel.
Mental sudah terasah saat merencanakan perjalan ini. Persiapan sejak dini akan memberikan travel terencana, semua aspek yang akan berjalan harus ada konsekwensi yang akan dipikul. Saat muda ini tentu harus diarahkan ke mental yang sehat, melakukan aktifitas positif terbebas dari obat terlarang harus dihindari.
Baca juga: Manfaat Traveling Bagi Kesehatan, Sharing Pengalaman
Rekan diluar sana yang terjebak dengan obat terlarang akan memberikan efek tidak baik terhadap perkembangan mental hingga otak. Kesehatan menjadi terganggu dan kehidupan menjadi tidak teratur olehnya. Mental yang sehat berdampak pada keinginan yang harus diwujudkan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras tidak mungkin semua hal jatuh dari langit tetapi harus diperjuangan dengan proses yang sangat panjang.
7. Rasa Takut Berkurang Berani Lebih Menonjol.
Rasa takut yang terbelenggu sebelum melakukan solo traveler untuk sebagian rekan sangat sulit dilepaskan. Berbahagialah anda yang sudah berani untuk memilih pola perjalanan seperti ini untuk memupuk keberanian lebih baik lagi. Berani ini artinya sangat luas, berani untuk masuk ke dunia baru dengan berbagai rintangan hingga hdiup di daerah baru dengan keterbatasan akses.
Seluruh permasalahan yang telah terpecahkan ini bermakna sekali terhadap attitude seorang anak muda beranjak dewasa. Telah mampu memecahkan permasalahan diri tanpa bantuan orang tua sehingga keberanian awalnya tidak terlihat ternyata saat umur 30 tahun keatas lebih dominan di dalam kehidupan.
Baca juga: Manfaat Traveling Bagi Perkembangan Diri, Sharing Pengalaman
8. Terbentuk Sehatan Tubuh Lebih Baik.
Solo traveling ini lebih banyak mengandalkan berjalan kaki untuk menyelesaikan satu itinerary. Keterbatasan budget yang ikut serta ini tentu harus hemat dan cukup selama travel. Aktifitas berpindah ke lokasi wisata harus melangkah dengan tegap, terbentuklah sehat beberapa organ penting dengan kinerja terbaiknya. Seperti organ jantung sebagai alat pompa darah selalu diberi kinerja baik dengan denyut cukup saat melangkah kaki.
Nafas akan menjadi teratur dan kualitas oksigen yang dihirup menjadi lebih murni saat berada di daerah yang jauh dari polusi udara. Sehat tubuh berdampak pada diri sendiri banyak aktifitas positif yang akan dikerjakan hingga dapat kesempatan lain untuk menambah pengalaman hidup. Jadi, solo traveling ini juga memberikan efek sehat tubuh dengan organ yang sehat pula.
Komentar
Posting Komentar
Yuk, sharing komentar