Kebutuhan traveling sudah sangat tinggi sekali bahkan manfaat untuk perkembangan diri sudah sangat signifikan dirasakan oleh saya sendiri. Mungkin sebagian rekan lain berpendapat traveling hanya hura-hura dan menghamburan uang saja tetapi dibalik itu semua ada manfaat yang saya rasakan saat berproses di kehidupan ini. Gema traveling ini sangat mempesona sekali khususnya rekan pemula yang belum pernah menyiapkan waktu khusus untuk "me-time" ke luar negeri.
Manfaat traveling dengan berbagai aktifitas yang dilakukan setiap hari ini memberikan inspirasi hingga terbuka wawasan melihat perkembangan di negara lain. Efek rileks dan terbebas dari rutinitas keseharian ini sudah tentu pasti ingin dirasakan sesama pekerja kantoran di luar sana sehingga jenuh dan bosan yang ada segera lepas dari diri ini.
Tentu hal ini sudah saya rasakan sendiri bahkan perubahan dalam diri sangat terasa setelah beberapa tahun awal mula melakukan traveling ke luar negeri. Apa saja manfaat traveling yang saya rasakan bagi perkembangan diri lebih baik dan efeknya terasa sampai sekarang. Berikut penjelasannya:
1. Stres Jadi Hilang Saat Itu Juga.
Stres yang saya rasakan saat beraktifitas tentu berdampak pada kecerian hingga ketenangan dalam bekerja. Ada saja pekerjaan rutin yang butuh kosentrasi tinggi untuk menyelesaikannya dengan pengumpulan data yang memakan waktu banyak. Ini lah yang membuat stres dalam bekerja pada akhirnya kinerja sedikit menurun akhirnya bosan sendiri.
Memasuki momen traveling yang saya rasakan adalah senang dan gembira muncul signifikan. Cuti sudah disetujui saja sangat senang sekali, sehingga waktu penantian berangkat traveling sudah di depan mata kecerian di mata ini terpancar hebat. Memang benar adanya, traveling ini mampu mengangkat stres di kepala yang sudah menumpuk dan harus dilepaskan saat cuti untuk berlibur siap dilaksanakan.
Apa pun tema liburan yang akan anda lakukan apakah itu wisata bahari, wisata pegunungan, atau wisata pulau merupakan cara untuk melepaskan stres yang ada. Saat anda memilih tema liburan ini memang sesuai dengan keinginan maka kesenangan itu akan berdampak sangat signifikan, kecerian anda menjadi memuncak dan pastinya repirasi oksigen yang anda hirup lebih berkualitas karena jauh dari mobilisasi penduduk yang masif seperti di kota besar.
2. Meminimalisir Untuk Terhindar Penyakit Berbahaya.
Saat traveling suasananya sudah berubah. Aktiifitas bergerak selalu berjalan kaki dengan kaya manfaat untuk saya sendiri. Ketertarikan ini sangat memuncak sekali saat memasuki area taman terhubung dengan beberapa fasilitas dari kota. Jalur ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, untuk kendaraan umum tidak tersedia. Itu pun harus memutar dan area terdekat untuk sampai tempat ini tidak ada. Jadi berjalan kaki sampai dengan 5-10 km satu hari saat traveling tidak terasa sama sekali, fasilitas pendukung disana sanagt memadai dan hutan kota sangat rindang. Tentu kesempatan ini tidak boleh terlewatkan untuk menikmati suasana yang jauh berbeda di kota saya.
Sama saja melakukan olah raga, berjalan kaki termasuk aktifitas berbarengan dengan joging saat di Indonesia akan memberikan efek sangat baik bagi tubuh yaitu meminimalisir tubuh jauh dari penyakit jantung atau stroke. Di masa muda ini jika aktifitas jalan kaki ini sangat banyak dilakukan tentu memberikan efek positif saat umur telah mamasuki umur 40 tahun keatas. Jadikan hobi jalan-jalan ini memberikan bukti untuk diri sendiri, tubuh berkembang dengan baik dan organ penting tetap dalam kondisi baik terjaga sejak dini.
3. Rasa Humanisme Terbentuk Dengan Sesama.
Traveling di negara orang sendirian tentu sebagian orang merasa enggan, banyak sekali pemikiran yang menghantui terutama keberadaan di sana nanti. Kesendirian ini tentu akan memberikan momen bertanya untuk diri sendiri, jauh dari teman dan keluarga menimbulkan rasa kangen untuk berkomunikasi dengan mereka. Memang benar, saat traveling sampai berminggu-minggu hanya bertemu dengan penduduk lokal dan turis lain negara rasanya ada yang hilang, yaitu teman dan keluarga.
Saat itu lah muncul rasa humanisme dalam diri dan ingin menyapa mereka walau hanya text WhatsApp saja. Mungkin ada sebagai rekan agak enggan apalagi anak muda yang tidak mau diganggu masa liburannya mematikan semua media sosial. Tetapi saya tidak, selalu saya hidupkan supaya momen yang saya rasakan dapat berbagi dengan mereka. Mempererat hubungan dengan sesama selalu dilakukan agar supaya kita hidup di lingkungan sosial tetap baik pula.
Baca juga: Manfaat Traveling Bagi Kesehatan, Sharing Pengalaman
4. Menjadi Pengalaman Belajar Untuk Diri Sendiri.
Traveling memberikan efek untuk berkembangnya diri dengan banyaknya pengalaman belajar yang didapat dari lingkungan disana. Seperti ini penerapannya, berada di negara orang sendirian tentu ada perbedaan gaya hidup di Indonesia. Saat itu lah kita beradaptasi untuk menyesuaikan keadaan disana. Banyak sekali pengalaman yang dirasakan, ada di suatu negara kondisi makanan halal sangat sulit didapat dan solusi apa yang harus dilakukan. Begitu juga untuk melatih diri sabar saat proses pemeriksaan imigrasi yang butuh waktu lama saat petugas lagi aga random check tourist yang akan masuk ke negara mereka.
Pembelajaran untuk diri sendiri tentu banyak sekali di dapat saat traveling ini. Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi, seperti anda telat sampai di bandara untuk melakukan perjalanan berikutnya akhirnya harus mengeluarkan budget tambahan lain yang lebih mahal. Apalagi momen sakit tentu bangkit untuk survive harus selalu dilakukan. Ini lah pembelajaran yang selalu terngiang di telingga momen seperti ini sehingga tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.
5. Memperluas Cakrawala Pandang Yang Lebih Luas.
Tidak cukup hanya menikmati suasana baru, ad hal lain yang akan memberikan manfaat untuk diri sendiri yaitu memperluas cakrawala pandang saya untuk menyikapi sesuatu. Seperti saat menikamti hidangan asli penduduk di negara lain, ada beberapa rempah yang belum pernah saya cicipi ternyata disana digunakan dengan olahan masakan. Tidak cukup itu saja, kebiasaan penduduk lokal untuk bekerja setiap hari yang jauh berbeda di Indonesia juga saya temukan seperti menangkap ikan menggunakan jenis jebakan selain pukat tentu menjadi keasyikan tersendiri.
Perubahan ini menjadi sebuah cara pandang saya lebih luas, dan menggali semua hal yang terjadi menjadi sebuah cakrawala yang selalu terisi dengan pengalaman baik untuk masa depan saya sendiri. Memang benar adanya, semua cerita ini berpengaruh terhadap cara pandang saya terhadap sesuatu. Lebih bijak untuk menyikapi sesuatu dan lebih dewasa untuk menyatakan tujuan perjalanan setelah kesulitan yang terjadi enyadarkan saya.
6. Lebih Mandiri Tumbuh Leadership Terhadap Lingkungan.
Setelah berbagai rintangan yang dihadapi saat traveling tentu memberikan semacam pelajaran sangat penting saat akan melakukan tema perjalanan yang sama. Kesalahan yang terjadi di masa lampau tidak akan terulangi di momen yang mirip atau relatif sama sehingga saat bersama keluaraga atau rekan lainnya tercipta leadersip anda. Kesulitan yang pernah terjadi akan anda share pengalaman kepada mereka sehingga traveling kali ini tentu lebih kondusif terbebas dari was-was yang pernah anda rasakan sebelumnya.
Baca juga: Manfaat Traveling Bersama Anak dan Keluarga
7. Terbentuk Diri Berjiwa Besar.
Sebagian orang tidak menyadari bahwa berjiwa besar ini sangat sulit diterima bahkan sebagian rekan lainnya mengabaikan begitu saja. Traveling mengajarkan saya untuk berjiwa besar, saat egois tingkat tinggi saat berada di Indonesia tentu tidak berlaku di negara orang. Seperti sering menggunakan kendaraan kemana pun tujuan hingga malas berjalan kaki untuk sampai tujuan berubah drastis saat traveling.
Hampir semua kegiatan yang saya senangi di Indonesia tidak saya berlakukan di negara orang, alasannya cuma satu budget uang yang terbatas. Dengan keadaan seperti ini saya harus berjiwa besar untuk menerima konsekwensinya dan harus saya jalani. Jika saya terlalu egois untuk diri sendiri dampaknya uang yang saya keluarkan jauh lebih besar, maka saya harus berjiwa besar untuk melakukan jalan kaki dan mengabaikan transportasi publik jika bisa dihindari untuk berhemat.
8. Terbentuk Jiwa Perencanaan dan Pengelolaan.
Untuk menentukan tujuan traveling saya harus membuat rencana jauh-jauh hari. Mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan agar supaya itinerary yang akan terbentuk bisa sesuai dengan tema perjalanan nanti. Persiapaan ini tentu cukup lama, saya harus membaca semua pengalaman rekan lainnya baik di blog hingga di forum. Kemudahaan informasi saat sekarang ini tentu sudah terkoneksi dengan smartphone, saat saya menunggu atau santai tetap gali informasi sebanyak-banyaknya.
Setelah semuanya terkumpul dengan rapi maka saya harus mengelola waktu dan uang se-efisien mungkin. Setiap hari yang saya habiskan berapa banyak Rupiah yang harus saya siapkan tentu menjadi permasalahan tersendiri yang harus dipikirkan. Rutenya sudah jelas dan harus tepat waktu. Apabila ingin membeli oleh-oleh juga harus ada budget tambahan lain.
Semua pengalaman ini sangat berdampak pada pola pikir hingga perapannya tentu cukup berpengaruh semua aspek perencanan apa pun. Termasuk saat akan kongkow sama teman saja harus direncanakan, hingga berapa jam disana, dan uang yang akan dibawa. Sangat lumrah, setelah pengalaman bersusah di negara orang tentu memberikan dampak setiap attitude keseharian saya. Bukan pelit atau apa, saat bekerja sudah ada waktunya begitu juga traveling. Jadi, penempatan diri harus selalu menjadi tema keseharian saya.
Komentar
Posting Komentar
Yuk, sharing komentar