Saat ekonomi Indonesia telah mulai pulih dan new normal telah diumumkan oleh WHO membuat anda sebagai investor saham receh seperti saya ini ingin mencoba keberuntungan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengetahuan untuk mengetahui faktor penyebab harga saham apakah naik dan turun sudah menjadi keseharian. Ingin membeli di harga paling murah dan di jual pada harga yang tinggi menjadi pepatah yang selalu di ingat agar keuntungan diperoleh menjadi maksimal.
Pastinya, anda sudah menjadi nasabah di salah satu perusahaan sekuritas untuk menjadi investor saham receh ini agar bisa membeli saham di bursa. Pengalam yang saya rasakan saat berinteraksi di perusahaan sekuritas bahkan saya pernah menjadi bagian dari mereka maka ada beberapa faktor yang menyebabkan harga saham naik dan turun ini sebagai pemantik untuk segera bersiap-siap untuk melakukan beli atau jual. Berikut penjelasannya.
Pahami Analisa Harga Saham Dari Emiten Tertentu.
Setiap hari sebagai investor akan mendapatkan informasi penting analisa emiten saham dari bagian research sehingga ada pengetahuan awal untuk melakukan aksi jual atau beli. Pengetahuan yang saya dapatkan adalah harga saham emiten tertentu yang listing di bursa dipengaruhi oleh supply dan demand. Jika tinggi maka harga akan tinggi pula, begitu sebaliknya yaitu jika investor banyak melepas sahamnya di bursa kecenderungan akan turun semakin tinggi.
Tidak cukup itu saja, ada informasi penting lain yang juga harus dipahami bagi investor receh seperti saya ini memperhatikan dua hal selalu dimentori oleh dealer dari perusahaan sekuritas.
1. Analisa Fundamental Perusahaan.
Pentingnya hasil analisa fundamental perusahaan ini pastinya data yang diberikan kepada investor kondisi sebenarnya operasional saat itu. Bagaimana manajemen perusahaan bekerja dengan beberapa faktor pendukung seperti SDM dan lainnya agar perfomance menjadi lebih baik. Dampak yang akan muncul adalah harga saham turut berpengaruh sehingga akan tercermin pada laporan keuangan tahunan yang telah di audit oleh KAP.
Data yang diberikan kepada investor receh seperti saya ini tentu terlihat bagaimana perkiraan kenaikan atau penurunan harga saham dari bagian research. Ambil posisi jual atau beli akan terlihat dengan rekomendasi yang diberikan sehingga korelasi analisa fundamental perusahaan turut mempengaruhi.
Isi data analisa fundamental perusahaan ini akan berisi semua informasi penting perusahaan yang wajib diketahui oleh investor karena peraturan yang mengharuskannya. Perusahaan yang di pimpin oleh manajemen ini punya struktur organisasi yang profesional dengan beberapa divisi yang punya SDM terbaik mereka. Sepanjang waktu berjalan manajemen akan bekerja dengan baik sehingga akan memberikan angka-angka positif terhadap kinerja yang telah dilakukan selama ini.
Inti informasi yang dibutuhkan oleh investor adalah rasio keuangan yang terlihat merupakan kinerja yang telah terbentuk oleh perusahaan oleh manajemen. Analisa fundamental ini adalah data dasar yang paling penting bagi investor apakah dapat dikoleksi untuk jangka panjang atau jangka pendek.
Analisa fundamental perusahaan ini tentu akan selalu mempengaruhi harga pasar saham di bursa. Faktor yang sering dikaitkan adalah penjualan yang terbentuk hingga pertumbuhannya, bagaimana perusahaan tersebut beroperasi, laba di laporan keuangan, apakah ada pembagian dividen stiap tahun, RUPS yang telah digelar, adanya perubahan jajaran manajemen, hingga faktor lain seperti komentar positif atau negatif dari manajemen perusahaan.
Baca juga:
Saham Blue Chip: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Kriteria
2. Analisa Teknikal Perusahaan.
Informasi yang ada pada analisa teknikal ini adalah memperkirakan berapa sih harga saham yang akan terbentuk dengan melihat dan mengamati perubahan harga di masa lampau. Data ini dipelajari dengan formula tertentu sehingga harga pasar saham yang listing di bursa akan terhimpum volume perdagangan. Sudut pandang analisa teknikal perusahaan ini hanya sebagai pertimbangan untuk trend pergerakan saham tanpa ada perhatian terhadap kinerja perusahaan.
Trend pergerakan harga saham ini dari waku ke waktu akan ada koreksi dengan pengaruh keadaan suatu negara seperti politik, ekonomi, laporan perdagangan bursa, hingga pengaruh psikologis tertentu. Guna analisa teknikal untuk investor kapan saat beli dan jual atau di hold berdasarkan formula tertentu, biasanya indikator teknis (seperti volumen perdagangan, trend pasar saat itu, hingga short interest ratio) hingga beberapa analisa grafis (maksudnya identifikasi key reserval, dll) yang lengkap. Analisa teknikal perusahaan menggunakan data pasar dari pergerakan saham, volume transaksi penjualan turut menentukan berapa sih nilai saham tersebut.
Baca juga:
Berbahayanya Saham Gorengan Untuk Investor Pemula Sebagai Jebakan Betmen
Faktor Penyebab Harga Saham Berubah Setiap Waktu.
Informasi penyebab harga saham berubah setiap waktu apakah naik atau turun harus menjadi perhatian bagi investor. Saya sebagai investor receh tentu mendapatkan informasi ini ini dari bagian research sehingga akan memberikan dasar untuk ambil posisi. Harga saham akan selalu terkoreksi setiap waktu setiap menit, sebagai investor akan waspada akan pergerakan tersebut. Fluktuasi harga saham ini tentu ada faktor supply dan demand, jika permintaan tinggi maka harga akan tinggi pula begitu sebalknya. Mari kita telisik sedikit apa saja faktor penyebab harga saham ini berubah setiap waktu:
1. Faktor Internal Perusahaan.
Sebagai investor saya harus mendapatkan informasi internal dari perusahaan. Aspek ini sangat penting karena saya harus mengetahui seluruhnya atas perusahaan yang menjual saham di bursa. Informasi yang lengkap tentu harus ada setiap waktu supaya keyakinan akan kelangsungan hidup perusahaan ini dapat terjamin setiap tahun berjalan.
Informasi yang penting ini cukup lengkap dan menjadi perhatian saya sebagai investor. Berikut rinciang lengkapnya:
a. Setiap hubungan akan operasional perusahaan saya harus ketahui seperti bagaimana pemasaran perusahan ini saat menghasilkan produk. Belanja iklannya, harga jual produk yang terbentuk, diversifikasi produk yang akan diambil perusahaan, hingga laporan penjualan dari waktu ke waktu.
b. Informasi saat perusahaan akan memilih keputusan strategis seperti penambahan hutang hingga perubahan ekuitas sepanjang tahun.
c. Setiap informasi dari manajemen perusahaan harus perhatikan secara seksama. Seperti perubahan jajarannya hingga rombakan struktur organisasi.
d. Informasi strategis dari perusahaan lainnya seperti kemungkinan adanya merger dengan entitas, investasi dari ekuitas yang dimiliki perusahaan, hingga akuisisi beberapa entitas lain untuk menunjang kinerja perusahaan nanti.
e. Ekspansi perusahaan dengan melakukan invertasi seperti pendirikan pabrik, perusahaan menerima kontrak baru dari negara lain, hingga adanya penutupan bisnis lainnya karena masalah efisiensi.
f. Informasi serikat buruh di perusahaan tersebut juga tidak luput dari perhatian seperti pemogokan buruh, adanya negosiasi, hingga kontrak baru atas penggunaan buruh.
g. Setiap akhir tahun perusahaan akan mengumumkan laporan keuangan yang belum di audit sehingga ada perkiraan kinerja di tahun buku. Informasi yang sangat penting untuk diketahui adalah laba yang telah terbentuk sebelum fiskal dan setelah fiskal, laba per lembar saham, dividen per lembar saham, ROA (laba atas aset), margin laba bersih, dan lain sebagainya.
Baca juga:
Saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia: Pengertian, Kriteria, Tips Bagi Trader Pemula
2. Faktor Eksternal Perusahaan.
Saat perusahaan beroperasi pastinya ada pengaruh dari ekternal yang harus awas informasinya. Saya sebagai investor harus mengumpulkan informasi selengkap mungkin supaya ambil posisi dapat dilakukan segera. Investor pastinya ingin melakukan investasi di saat yang tepat supaya perputaran uang dapat dialokasi di perusahaan yang tepat dengan membeli saham di bursa. Apa saja faktor eksternal perusahaan yang mempengaruhi harga saham, berikut penjelasannya:
a. Perhatian informasi dari Bank Indonesia atas perubahan suku bunga menjadi aspek penting untuk melakukan investasi. Dampaknya akan diikuti oleh bank umum atas deposito dan tabungan, termasuk nilai tukar mata uang, inflasi, dan regulasi yang diambil oleh pemerintah. Informasi ini turut mempengaruhi harga saham naik dan turun sehingga investor harus siap dengan segala konsekwensinya.
b. Kemungkinan adanya permasalah hukum yang dilakukan oleh karyawan terhadap jajaran manajemen dan perusahaan menerapkan kriteria lebih atas kinerja mereka.
c. Perhatian informasi dari pasar termasuk sesama sekuritas seperti adanya annual meeting, adanya internal trader, harga saham, volume perdagangan saham, hingga suspended saham oleh bursa.
d. Isu politik dalam negeri turut mempegaruhi harga saham naik atau turun. Gejolak politik dalam negeri menjadi perhatian apalagi ada sedikit isu negatif langsung di respon oleh pasar.
e. Masalah dalam dan luar negeri turut mempengaruhi, seperti dedolarisasi hingga penggunaan mata uang lokal atas transaksi berjalan sepanjang tahun.
Baca juga:
Bagaimana Cara Menghindari Saham Gorengan, Khusus Pemula
Bagaimana Cara Beli Saham Di Bursa Efek Indonesia
Pentutup.
Sebagai investor pastinya harus cerdas dan smart untuk mengetahui penyebab harga saham naik atas turun. Alokasi dana untuk melakukan investasi pastinya ingin mendapatkan harga tinggi saat di jual, dikoleksi saat harga rendah. Pepatah yang sangat logik ini semua investor selalu mengedepankan kehati-hatian dengan informasi akurat dan data yang lengkap.
Profesionalitas emiten di bursa terhubung dengan perusahaan ini harus menjadi pengamatan investor. Secara menyeluruh karena hukum menyatakan bahwa keterbukaan informasi harus dilakukan supaya perdagangan saham tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebenarnya hal ini bermanfaat bagi investor sebelum melakukan posisi beli atau jual, di momen yang tepat semua teruji dari data dan informasi yang kredibel.
Semoga tulisan ini dapat memberikan jawaban atas faktor penyebab harga saham naik turun di sesi tertentu. Cerdas lah menjai seorang investor, analisa selalu rumor yang ada. Jangan terjebak ulah spekulan dengan prank yang bisa saja terjadi. Ambil posisi aman dan prinsip kehati-hatian dalam sebuah keputusan.
Perlu disadari bahwa saat mewabahnya virus corona covid-19 hampir seluruh dunia membuat pekerjaan bisnis merugi bahkan mati suri beberapa saat sehingga banyak uang yang tidak masuk dan biaya operasional harus dibayar sehingga pemilik perusahaan harus menanggung budget yang tidak sedikitmenanggung kerugian cukup besar. Sebagai konsumen atau masyarakat awam tentu tidak banyak yang menyadari bahwa ada pekerjaan hingga bisnis yang tidak dapat bergerak baik sehingga pemasukan yang sudah mulai tersendat ini membuat perputaran uang yang sangat tidak berpihak sama sekali. Jadi, ada beberapa pekerjaan atau bisnis yang merugi akibat epidemik virus corona covid-19 yang perlu diketahui sehingga apabila ada jenis virus lain yang menghambat pergerakan penduduk hingga ekonomi dunia ini tidak bergerak tentu tulisan ini masih relevan, jadi bisnis atau pekerjaan yang akan menghambat hingga tersendat untuk menghasilkan uang dengan baik saat virus menjadi menghambat dunia bergerak.
Komentar
Posting Komentar
Yuk, sharing komentar