Saat karir tidak naik atau stagnan akan berdampak pada semangat kerja hingga rasa was-was kegelisahan akan dirasakan oleh karyawan. Tentu saja dengan karir yang tidak naik di suatu departemen akan memicu kewaspadaan sehingga anda harus mengetahui sebab musabab yang terjadi. Akhirnya performance kerja anda akan menurun selalu merasa tidak puas yang tercermin dari aktifitas anda sehari-hari.
Ada hal yang harus anda kenali apa saja sinyal yang menyebabkan karir anda tidak akan naik sehingga terjadi stagnasi kinerja di departemen tertentu.
a. Berkurangnya Motivasi Anda Saat Masuk Kantor.
Untuk menyelesaikan suatu permasalahan di kantor anda harus anda motivasi. Dapat dikatakan motivasi adalah sebuah semangat atau dorongan yang ada di dalam diri untuk bekerja. Setiap orang maksud motivasi ini cukup beragam tetapi di dalam pekerjaan harus mencapai impian yaitu karir naik.
Tanda awalnya adalah saat anda akan memulai aktifitas di pagi hari ada saja rasa malas yang berkepanjangan, sehingga untuk menyelesaikan pekerjaan nanti menjadi ragu dan tidak ada target lagi. Untuk membangkitkan semangat ini harus melakukan aktifitas dulu agar motivasi tetap berjalanan dengan baik. Ya, ibaratnya harus pemanasan dulu supaya apa yang menjadi galau harus dipinggirkan terlebih dahulu.
2. Jabatan Anda Tidak Pernah Berubah Walau Sudah Puluhan Tahun Lamanya.
Saat pertama kali masuk ke perusahaan ini anda mendapat jabatan tertentu. Dengan masa waktu yang sudah begitu lama menurut anda tidak ada rekomendasi untuk naik jabatan malah tetap. Jika naik pun hanya grade saja yang berbeda dengan waktu yang sudah lama sekali bukan naik untuk pimpin suatu departemen. Memang patut juga disadari bahwa menaikan posisi yang lebih tinggi lagi di suatu perusahaan butuh pertimbangan yang sangat matang dari manajemen sehingga harus butuh waktu untuk memikirkannya.
Berhubungan dengan keadaan hidup yang sangat bertambah naik, ya dampaknya anda harus untuk naik jabatan supaya gaji yang diterima bisa mengikuti trend kenaikan yang sudah dirasakan. Jawabannya adalah anda harus memaksimalkan kinerja lagi semaksimal mungkin untuk menyelesaikan semua pekerjaan lebih sempurna dan performance tetap kondusif.
3. Selalu Merasa Lelah, Jenuh, dan Bosan.
Dengan kondisi pekerjaan saat sekarang ini anda sudah mulai merasakan jenuh, bosan, hingga lelah untuk menjalani profesi ini. Selalu ada celah saat bekerja ketiga kondisi ini selalu menyertai bahkan menyelesaikan pekerjaan hingga ingin membuat presentasi tidak ada ide sama sekali. Sudah anda lakukan ambil cuti dan refreshing di akhir pekan tetap saja rasa itu selalu ada saat duduk di kursi kerja di kantor. Pemicu ini salah satu tanda berhubungan dengan karir yang sudah mandek tidak naik lagi sudah beberapa tahun ini sehingga apa pun yang anda lakukan tetap saja baliknya kesana lagi.
4. Hilang Sirna Gambaran Inspirasi Menyelesaikan Pekerjaan.
Ada di posisi tertentu anda selalu butuh inspirasi untuk menyelesaikan job ini. Inspirasi ini akan berhubungan dengan mood hingga kenyamanan saat berada di dalam kantor, tetapi anda tidak mendapatkannya sehingga hasil dari pekerjaan tersebut sudah mulai kurang kualitasnya. Sudah anda lakukan cara biasa untuk mendapatkan berbagai masukan hingga ide yang didapatkan dari lingkungan sekitar atau bahkan dari literatur yang sudah dilakukan sebelumnya.
Tanda-tanda diatas tentu anda merasakan sendiri saat beraktifitas keseharian dan apa yang harus anda lakukan. Ada beberapa tahap yang dapat anda lakukan:
1. Segera konsultasikan ke HRD untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Karena di HRD departemen ini sudah mengetahui apa saja informasi kinerja pegawai sehingga cara awal untuk mendapatkannya. Diskusi dengan staf hrd tentu akan memberikan informasi yang sangat objektif dan mungkin ada evaluasi tertentu yang harus anda lakukan agar karir tetap dipertimbangkan naik.
2. Segera Benahi Skil Profesionalisme Kinerja.
Hal yang mungkin terjadi adalah belum adanya peningkatan skil profesionalisme pekerjaan yang selama ini belum terlihat. Membuat peluang kenaikan ini tentu harus anda benahi sehingga hasil pekerjaan lebih sempurna dan sesuai keinginan perusahaan. Misalnya mengambil sertifikasi keahlian skil profesionalisme, hingga sekolah lagi untuk menaikan grade yang ada di perusahaan.
3. Segerakan Waktu Refreshing Untuk Rombak Suasana Internal Diri.
Untuk merubah pola kesenangan dan suasana internal diri sebaiknya anda mengambil masa cuti liburan yang panjang untuk membangun lagi suasana yang lebih baik lagi. Banyak sekali aktifitas yang dapat anda lakukan seperti menyendiri di tempat tertentu berlibur tanpa diganggu oleh rutinitas keseharian, atau melakukan aktifitas lain yang belum pernah anda lakukan seperti "me time" di kampung halaman, bisa juga anda mendalami ilmu keagaman untuk memberikan ketenangan diri. Pilih yang sesuai dengan karakter anda agar ada sesuatu hasil setelah anda menerapkan poin ini.
4. Segera Pindah Ke Perusahaan Lain.
Apabila semua tahap telah anda lakukan masih belum ada kejelasan maka siapkan diri untuk pindah ke perusahaan lain. Hal ini sangat lumrah sekali di dalam perusahaan saat karyawan mengajukan surat pengunduran diri untuk berkarya di tempat lain. Jika di tempat sekarang anda tidak punya peluang baik maka anda sebaiknya pindah kerja ke perusahaan yang menghargai performance lebih baik lagi.
FYI, ada juga saat anda sudah diterima di perusahaan lain dengan jabatan naik dan gaji yang sangat diinginkan biasanya perusahaan akan kebakaran jenggot untuk mempertimbangkan anda tetap di perusahaan dengan tawaran remunerasi hingga kenaikan jabatan. Apabila momen ini tersebutkan oleh HRD maka sebaiknya anda pertimbangkan lagi dampak positif atau negatif dari tawaran ini. Jika seandainya baik anda terima, jika tidak menginginkan lagi maka anda segera pindah dengan cara profesional.
Baca juga:
1. Apa Yang Menyebabkan Karir Anda Tidak Naik Tahun Ini? Mungkin Hal Ini Yang Terjadi Di Departemen
2. Dampak Pimpinan Perusahan Ekspatriat Bagi Kinerja Dan Karir Seorang Karyawan Di Masa Yang Akan Datang
3. Kenapa Keterpurukan Menjadi Semangat Untuk Berubah Hingga Bangkit Menjadi Awal Kesuksesan Baru
Komentar
Posting Komentar
Yuk, sharing komentar